Minggu, 06 Juli 2014

cerpen puisi terakhir



Puisi Terakhir


Dari kecil dia sudah terbiasa ditinggal oleh ibunya ke luar kota, semenjak adanya pertengkaran di rumahnya itu, dia memang berasal dari keluarga yang tidak mampu  dia adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara, namun kedua orang tuanya sangat ingin melihat anaknya sukses yah walaupun untuk biaya sekolahnya sang kakak harus berhenti sekolah dan hanya sampai kelas 2 SMA, sang kakak bekerja di kota untuk membiayai keluarganya, walau sangat di sayangkan sang kakak keluar namun apalah daya ibu bapak nya yang tak mampu membiayai sekolah sang kakak, dia hanya bisa menangis melihat sang kakak pergi ke kota meninggalkan mimpinya untuk menjadi orang yang berpendidikan tinggi.

Saat dia duduk di bangku SMP kelas 2 dia berusaha belajar keras untuk bisa memberikan kado terindah untuk keluarganya  yaitu berupa prestasi , dia ingin sekali menjadi juara  dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya.
Berbagai masalah keluarga sering muncul yang membuatnya semakin sedih melihat kedua orang tuanya selalu bertengkar mempermasalahkan keuangan bagaimana buat makan besok, uang bangunan sekolah ku, semua itu membuat mereka pusing, ayah yola hanyalah seorang petani  yang selalu di remehkan oleh saudara-saudaranya yang cukup mampu. 

Dengan kerja kerasnya itu ahirnya yola bisa meraih mimpinya itu, dia bisa menjadi juara dan mendapat beasiswa unuk melanjutkan sekolah, yola memang anak yang cukup panadai dia selalu blajar untuk bisa mendapatkan prestasi yang bagus di sekolah. Hal yang paling terindah bagi yola hanyalah bisa menjadi juara menjadi nomor 1 sehingga ia tak pernah mempunyai pacar, bukan dia tak mau punya pacar namun keluarganya melarang untuk dekat dengan lelaki sehinga dia merasa takut untuk berpacaran, dia gadis yang sangat polos.
kehidupan yola mulai berkecukupan setelah 3 tahun ka dini bekerja di kota dan membiayai kebutuhan yola semenjak SMP sampai SMA  dan keluarganya di kampung. Yola sangat menyayangi kakaknya itu dia bertekad untuk bisa membanggakan mereka dengan prestasinya. Dan perasaan bahagia yang tak terkira saat yola juga bisa menjadi juara  di SMA. Keluarganya sangat bangga dengan prestasinya itu Semua piagam penghargaan di pajang di kamarnya.

KULIAH, menjadi keinginan terbesarnya, dengan mengambil jurusan sastra dia harap bisa menjadi seorang penulis yang bisa menuangkan semua derita hatinya. Namun jika untuk kuliah keluarganya tak sanggup untuk membiayai.

“tak usah kuliah nak, bapak mu ini tak punya uang untuk membiayaimu kuliah”
“tapi pak, yola ingin menjadi orang. kalau yola kuliah itu bisa mengangkat derajat keluarga kita, takan ada lagi orang yang berani menghina kelurga kita karena tak punya apa-apa”

“iyah, tapi bagaimana dengan biayanya, bapak dan ibu mu ini tak punya uang, untuk makan saja mungkin cukup, orang kakak mu juga gak kuliah sekolahnya aja liren di tengah jalan memangnya kamu gak kasihan sama kakakmu”
“ bapak, justru ka dini yang mendorong yola untuk kuliah kakak yang nanti akan membiayai aku kuliah”
“ memangnya kamu ini mau jadi apa to ndo?”
“ya pokok nya yola  ingin membahagiakan bapak, ibu dan semuanya” “ya sudah, terserah kamu ndo tapi bapak gak bisa kasih apa-apa, bapak dan ibu hanya bisa mendo’akan kamu disana, dan bapak pesen jangan pacaran kalau pacaran mendingan keluar saja kuliahnya soalnya nanti bisa mengganggu kuliah kamu”
“iyah pak. Yola selalu ingat pesan itu”

Perjalan hidup yang begitu panajang, dia hanya di temani karya-karyanya.
KESEPIAN,, tentulah dia rasakan,  semua temannya adalah perempuan tak ada laki-laki yang mau menjadi pacarnya, bukan karena dia tak cantik tetapi karena kepribadianya yang tertutup sekali dengan pria. Banyak sekali yang menyukainya namun mereka minder untuk mendekatinya, dia seorang perempuan yang yang memiliki wibawa.
Jauh di lubuk hatinya ternyata dia memndam perasaan kepada seorang pria, namun tak mungkin baginya untuk bisa memilikinya  bibirnya tak mungkin berucap. Puisi yang menyayat hati yang selalu dia buat kala hatinya gundah. Sahabat-sahabatnya pun tak pernah tahu siapa pria yang dimaksud yola itu dia tak pernah cerita, itu adalah rahasia cintanya.
dari sebelum lulus kuliah sudah banyak karyanya yang di terbitkan. Novel dan puisi-puisinya banyak disukai para remaja.

SENDIRI,, itu sudah biasa baginya tak mengapa tak pernah merasakn indahnya jatuh cinta asal dia bisa meraih prestasi yang dia inginkan itulah Yang selalu tertanam di benaknya.
Kini kehidupan keluarganya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya  hasil dari karya-karya nya, kini tak ada lagi yang menghina kelurganya, bahkan saudara-saudara dari keluarga bapak nya itu kini malah berbalik mereka kini tak punya apa-apa sama seperti keadaan keluarganya dulu bahkan jauh lebih buruk.

Pagi itu sekitar pukul 07.0 ibunya mengetuk pintu kamar anaknya itu, namun tak ada jawaban, ah mungkin masih tidur ucap sang ibu.
Pukul 09.0 sang ibu pun kembali mengetuk pintu kamar anaknya, namun sama tak ada jawaban sang ibu pun membuka kamar yola dan melihat anaknya itu masih ada di depan komputer. Sang ibu pun mendekati anaknya sambil mengusap-ngusap rambut anaknya.

“yola,, ayo bangun sudah siang, ibu sudah bikin sarapan ayo kita makan bareng”
Namun sang ibu merasa aneh karena anaknya itu tak juga bangun.
Sang ibu langsung panik dan memanggil sang bapak.
“pak,, bapak kesini yola gak bangun-bangun”
“ya biarin saja lah bu mungkin kecapean”
“cepetan pak, yola pingsan,”
“apa? iya,,iya sebentar”

bapaknya langsung menghampiri kamar anaknya itu dan langsung memanggil dokter.
Sekeluarga sangat panik karena tak biasanya yola pingsan, dokter  pun mengatakan kondisi yola yang sudah tak bernayawa lagi di akibatkan liver nya yang sudah parah.
Bapak, ibu, dan adiknya mereka sangat terkejut mendengar keterangan dari sang dokter. Ibunya langsung menghampiri anaknya yang sudah tiada yang kini terbaring di tempat tidur sambil menagis. Sang bapak pun tak kuasa menahan kesedihan itu dia menagis di ahadapan putrinya yang sudah tiada, begitu pula dengan sang adik yang menangis sambil menelepon kak dini yang sedang berada di kota bahwa kakak keduanya telah meniggal dunia. Kak dini langsung pulang dengan penuh kesedihan memdengar adiknya telah meninggal. Semua keluarganya sungguh tak menyangka akan penyakit yola itu karena dia tak pernah mengeluh sakit apapun.
Setelah selesai pemakaman, kak dini memandangi kamar adiknya dengan deraian air mata, dia menghampiri komputer yang masih menyala dikomputer itu tertulis sebuah puisi  yang merupakan pesan terakhir dari adiknya saat sebelum yola meninngal. Ternyata adiknya itu sudah tahu bahwa hidupnya  tak lama lagi namun dia tak pernah mengatakan akan penyakitnya itu.
Semua keluarga dan sahabat-sahabatnya menangis saat membaca puisi itu.

 Saat aku tersenyum aku bahagia
Saat aku sedih akupun masih tetap tersenyum
Tak pernah kuinginkan keadaan ini
Namun aku harus pergi jauh

Harapanku sudahlah terwujud
Menjadi seperti ini adalah yang aku inginkan
Sedih, bahagia ku curahkan disisni
Ku mohon  Jangan tangisi saat aku pergi

Maaf  untuk kalian yang ku tinggalkan
Meski aku telah pergi kenanglah aku
Tetaplah menjadi orang yang menyayangiku
Walaupun kini aku telah pergi

rancangan usulan penelitian



           RANCANGAN USULAN PENELITIAN


A.    Manfaat Rancangan Usulan Penelitian

Pengertian penelitian mengandung 2 manfaat penelitian, yaitu: maanfaat teoritis dan manfaat praktis.

a.       Manfaat Teoritis
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori tertentu disebut penelitian verikatif. Keraguan terhadap suatu teori, muncul jika teori yang bersangkut tidak bisa lagi menjelaskan peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa menolak atau mengukuhkan, atau merevisi teori yang bersangkutan.
b.      Manfaat Praktis
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat, baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian integral dalam organisasi mereka.

Kedua manfaat penelitian tersebut merupakan syarat dilakukannya suatu penelitian, sebagaimana dinyatakan dalam rancangan (desain) penelitian.

SUMBER : http://kutukuliah.blogspot.com/2013/03/fungsi-manfaat-kegunaan-penelitian.html



B.     Bentuk dan Isi Penelitian


Isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

1.      Bagian Pendahuluan

a. Judul
b. Kata Pengantar
c. Daftar Isi

2.      Bagian Isi
a. Pendahuluan
b. Bahan dan Metode
c. Hasil Kegiatan
d. Pembahasan

3.      Bagian Penutup

a. Daftar Pustaka
b. Lampiran

Berikut ini adalah beberapa langkah penulisan laporan ilmiah yang patut diperhatikan:
1)      Tuliskan outline secara sederhana dengan mengatur topik-topik dalam urutan yang logis, konsisten, dan sistematis.
2)      Kembangkan outline tersebut dengan cara memberikan judul, subjudul, bagian, dan subbagian.
3)      Tuliskan hal yang akan diuraikan pada setiap judul, subjudul, bagian, dan subbagian.
4)      Cantumkan pada setiap judul, subjudul, bagian, dan subbagian beberapa tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik yang dapat melengkapi argumentasi dalam bahasan.
5)      Penulisan laporan mengacu pada outline yang sudah dilengkapi dengan tabel, grafik, gambar, atau analisis statistik lain.
6)      Pada awal menulis, jangan terlalu memperhatikan gaya bahasa yang digunakan karena penulis harus langsung menuju sasaran untuk menyelesaikan draft pertama dari laporan lengkap.
7)      Gaya bahasa, sebaiknya, diperbaiki setelah draft pertama dari laporan lengkap selesai ditulis, dengan memerhatikan:
·         konsistensi dan kesinambungan materi
·         menghilangkan pengulangan makna kalimat agar kalimat menjadi jelas dan tulisan menjadi ringkas dan
·          memperhatikan cara penulisan rujukan.



Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan saat penulisan rujukan atau daftar pustaka.

Laporan ilmiah, biasanya, dilengkapi dengan daftar pustaka. Daftar pustaka berisi daftar buku-buku atau referensi yang dijadikan rujukan dalam laporan ilmiah.

Berikut cara penulisan daftar pustaka.
1)      Nama penulis dalam daftar pustaka dituliskan secara terbalik.
Artinya, nama belakang ditulis di awal. Lalu, diikuti nama depannya. Cara penulisan ini berlaku secara internasional, tanpa mengenal tradisi dan kebangsaan.
Contoh:
Mochtar Lubis ditulis Lubis, Mochtar.
Djago Tarigan ditulis Tarigan, Djago.

2)      Jika sumber buku tersebut ditulis oleh dua orang, nama pengarang dituliskan semuanya, tetapi nama yang penulisannya dibalikkan hanya nama penulis yang pertama.
Contoh:
Sofia, Adib dan Sugihastuti. 2003. Feminisme dan Sastra: Menguak Citra Perempuan dalam Layar Terkembang. Bandung: Katarsis.
3)      Jika sumber buku tersebut ditulis oleh lebih dari dua orang, yang ditulis hanya nama penulis pertama dan diikuti dengan et all. (et allii = dan lain-lain) atau dan kawan-kawan (dkk.).
Contoh:
Elias, Maurice J. (dkk.) 2002. Cara-Cara Efektif Mengasah EQ Remaja. Bandung: Kaifa.
4)      Penulisan judul buku digarisbawahi atau dicetak miring.
5)      Urutan penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan abjad penulis setelah nama penulis dibalik. Dalam daftar pustaka, tidak perlu digunakan nomor urut.
6)      Baris pertama diketik mulai ketukan pertama dari batas tepi margin dan baris berikutnya diketik mulai ketukan kelima atau satu tab dalam komputer.
7)      Jarak antara baris pertama dengan baris berikutnya yang merupakan kelanjutannya adalah spasi rapat. Jarak antara sumber satu dengan sumber lainnya adalah spasi ganda.
Contoh:
Sofia, Adib dan Sugihastuti. 2003. Feminisme dan Sastra: Menguak Citra Perempuan dalam Layar Terkembang. Bandung: Katarsis.
Elias, Maurice J. (dkk.) 2002. Cara-Cara Efektif Mengasah EQ Remaja. Bandung: Kaifa.

Berdasarkan penjelasan tersebut, unsur-unsur dalam Daftar Pustaka dapat kita gambarkan seperti berikut:

Nama Penulis (dibalik). Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit: Penerbit.
Selain memperhatikan bagian-bagiannya, perhatikan pula penggunaan
tanda baca. Selain buku, artikel surat kabar, makalah, dan skripsi
atau tesis pun sering dijadikan sumber rujukan karya tulis.
Berikut cara penulisannya dalam Daftar Pustaka :
1) Sumber berupa artikel surat kabar
Cara penulisannya:
Kusmayadi, Ismail. 2007. “Optimistis Menghadapi Ujian
Nasional”. Pikiran Rakyat (18 April 2007).

2) Sumber berupa makalah
Cara Penulisannya:
Harjasudana, Ahmad Slamet. 1999. “Kondisi Kebahasaan dan Pendidikan Bahasa Dikaitkan dengan Pengembangan Kompetensi Komunikatif”. Makalah seminar, UPI Bandung.

3) Sumber berupa skripsi atau tesis
Cara penulisannya:
Rahmawati, Eva. 2007. Pelajaran Membaca Cepat dengan Teknik Browsing (Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Handayani 2 Tahun Pelajaran 2006/2007). Skripsi Sarjana pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Sekarang, sumber informasi sudah semakin canggih dan lengkap.Teknologi internet telah menyediakan beragam informasi yang mudah untuk diakses. Bagaimana kita menuliskan sumber dari internet di dalam Daftar Pustaka? Berikut cara penulisannya:

1) Jika karya perorangan, cara penulisannya:
Pengarang/penyunting. Tahun. Judul (edisi). [jenis medium].
Tersedia: alamat di internet. [tanggal akses].
Contoh:
Thompson, A. 1998. The Adult and the Curriculum. [Online].
 [30 Maret 2000].
2) Jika artikel dalam surat kabar, cara penulisannya:
Pengarang. (tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama surat kabar [jenis media], jumlah halaman. Tersedia: alamat internet [tanggal akses].
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). “Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh”. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8.

SUMBER : http://kusikhsanto.wordpress.com/2010/04/14/laporan-ilmiah/